Suatu aktivitas Matahari yang disebut sunspot telah menghasilkan terpaan awan magnetik ke Bumi selama beberapa minggu, dan memunculkan aurora paling elok selama musim panas tahun ini.
Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin Matahari). Menurut para peneliti Badan Antariksa AS, NASA, pancaran magnetik dari angin Matahari (sunspot) 798 tersebut akan berlangsung sepanjang minggu.
"Ini adalah badai geomagnetik besar yang menerpa Bumi sepanjang 24 jam terakhir, dan akan masih berlangsung selama beberapa saat," kata peneliti aurora, Dirk Lummerzheim, dari Geophysical Institute di Universitas Alaska Fairbanks.
Cahaya-cahaya utara yang menghiasi langit itu mengambang di atas Alaska, dan menghasilkan warna-warna merah hingga ke selatan mencapai Arizona.
Di wilayah kutub, cahaya-cahaya hijau berkilau muncul akibat pancaran sunspot 798 yang mengirimkan awan magnetik ke mBumi dengan kecepatan lebih dari 1,5 juta kilometer per jam.
Sunspot sendiri adalah noktah seukuran planet yang terbentuk karena aktivitas magnetik di permukaan Matahari. Sunspot ini tidak stabil, lalu meledak, menghasilkan pancaran partikel bermuatan dan radiasi ke angkasa. Beberapa yang menerpa Bumi akan bereaksi dengan atmosfer dan menghasilkan cahaya aurora.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar